Pages

Subscribe:

Kamis, 05 Mei 2016

Istri sholihah



Nabi -shalallahu ‘alayhi wasallam- bersabda:
“Dunia itu perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri sholihah” (Hadits Riwayat Muslim)
“Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah; jika dia menyuruhnya iapun taat, jika dilihat menyenangkan dan jika diberi mau berterima kasih, dan jika suaminya pergi maka dia menjaga dirinya dan harta suaminya.” (Hadits Riwayat Ibn Majah)

RENUNGAN ISLAM(mari koreksi diri kita)


Tatkala kudatangi sebuah CERMIN,
Tampaklah sosok yang sudah sangat lama
kukenal
dan sangat sering kulihat.
Namun aneh…

Sesungguhnya aku BELUM MENGENAL siapa yang kulihat.

Tatkala kutatap WAJAH, hatiku bertanya :

Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya
Dan bersinar indah di Surga sana?
Ataukah wajah ini yang hangus legam di
Neraka Jahanam?

Tatkala kumenatap MATA, nanar hatiku bertanya :
Mata inikah yang akan menatap Allah..
Menatap Rasulullah, dan Kekasih-kekasih Allah
kelak?
Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot,
terburai menatap neraka jahanam?

Untuk kita renungkan

25 tahun yang lalu,

Inikan nasib? Terlahir sebagai seorang meantu bukan pilihan.
Tapi aku dan kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami di kantor catatan sipil.
Wakil kami pun wali hakim. Dalam tigapuluh menit, prosesi pernikahan kami selesai.Tanpa sungken dan tabur melati atau hidangan istimewa dan
salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersukur karena lukman dan naila mau datang untuk menjadi saksi.
Umurku sudah menginjak seperrmpat abad dan kania di bawahku.
Cita-cita kami sederhana, ingin hidup bahagia.

Keluargaku Motivasiku

Aku adalah anak yang manja dan selalu mengandalkan orang-orang di sekelilingku. Aku sangat menyayangi ibu dan ayah ku. Mereka selalu memberikan yang terbaik dan yang paling baik untukku.
Sekilas aku mengingat masa kecilku, dulu dikala aku sakit, dikala aku bahagia maupun sedih, mereka yang selalu ada di sampingku dan selalu menyemangatiku untuk bangkit.
Pelukan dari merekalah yang membuatku tenang.
Mereka mengajarkanku arti sebuah kehidupan, kesabaran, keikhlasan, rasa bersyukur dan perjuangan hidup.
Sudah berapa keringat dan tetesan air mata yang mereka keluarkan untukku. Besar atau kecilnya kesalahanku padanya mereka selalu memaafkanku dan menasehatiku dengan tutur kata yang lembut dan penuh kasih sayang.
Senyuman dan dorongan dari merekalah yang membuatku semangat untuk menuju masadepanku.